Kamis, 19 November 2009

20 Desember 2012 bakal kiamat ....?

Fenomena Film 2012 karya Sutradara Roland Emmerich sungguh melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia. Film yang dibuat dengan dana $ 200 Juta ini sangat membuat penasaran para pecinta Film di seantero dunia, bukan hanya saja karena Visual Effectnya saja yang begitu mempesona, namun karena ceritanya yang mebuat penasaran. Kiamat bakal terjadi pada tanggal 20 Desember 2012 sesuai dengan ramalan suku kuni – suku Inca-Maya.

Bagi sebagian kalangan, terutama kalangan barat yang notabene sekuler – Ramalan hari Kiamat tersebut tentunya menjadi ajang pembicaraan yang biasa-biasa saja, karena mereka tidak menyorotinya dari segi religi atau kepercayaannya – namun mereka lebih interest untuk menyoroti film tersebut dari dahsyatnya visual effect dan alur ceritanya. Apakah di Indonesia juga sama ?. Ternyata tidak, banyak kalangan pecinta Film di Indonesia yang langsung percaya terhadap ramalan kiamat tersebut.

Kiamat, apakah itu kiamat ?. Menurut Islam, Kiamat adalah ketika bumi berguncang dengan guncangan yang sangat dahsyat ; dan mengeluarkan semua materi bumi yang dikandungnya ; Apabila semua mata terbelalak karena ketakutan ; apabila bulan kehilangan cahayanya ; apabila matahari dan bulan dikumpulkan ; hari dimana manusia seperti anai-anas (kapas) yang beterbangan ; gunung seperti bulu-bulu yang dihambur-hamburkan.

Seperti yang difilmkan oleh Roland, kedahsyatan kiamat yang digambarkannya tidak sepadan dengan kedahsyatan yang disuratkan oleh Al-Qur’anul karim. Sungguh kedahsyatan Kiamat tidak dapat digambarkan dan tidak dapat diterjemahkan oleh akal dan indra manusiawi, sungguh manusia tidak akan sanggup mengangan-angankan kedahsyatan kiamat apalagi memfisualkannya.

Lantas, bagaimana tindakan kita sebagai umat Muslim terhadap film ini ? boikot – membiarkannya – atau malah menontonnya ?. Sebagian kepengurusan wilayah MUI (Majelis Ulama’ Indonesia) langsung memberikan respon terhadap film ini dengan memberikan fatwa larangan untuk menontonnya bagi umat Muslim. Apakah langkah yang ditempuh MUI ini sungguh sangat penting atau langkah yang mengada-ada ? Apakah keyakinan Warga Muslim Indonesia sudah begitu melorotnya sehingga MUI dengan cekatan harus memberikan larangan untuk menontonnya ? Wallallu a’lam bish showab.

Jumat, 25 April 2008

Balada ; kang saipul jamil, bukan Syaifullah Yusuf,

Pagi hari tersentak ketika mendengar kabar berita TV, Kang Ipul (Saipul Jamil) masuk berita , tapi bukan menyangkut masalahnya dengan Mbak Dewi Per(setan)sik. Lucu juga ketika kang Upil (uupps,, Ipul;red) berniat mencalonkan dirinya sebagai Balon (bakal calon) wakil walikota di seatu daerah. Lucunya sih di bagian ini, Kang Ipul khan belum pernah terjun langsung ke ranah politik, jai bekal politik apa yang dapat dijadikan sangu kang ipul untuk merengkuh suara masyarakat.

Baru-baru ini Bang Doel jadi Wakil Bupati, Mas Dede Yusuf jadi Wakil Gubernur. Tapi mereka khan sudah malang-melintang di ranah politik bertahun-tahun, coba tilik rapor politik kang Ipul, pernah jadi apa dia. “lha wong ngatur istri (mantan istr-nya) aja ga bisa” cerocos cak Abas sinis. “apalagi mau ngatur rakyat se-kota” imbuh cak abbas sambil menyedot dalam lintingannya.

“artis jadi elemen politik praktis, boleh-boleh aja. tapi lihat kapasitas dong” sahut Yuk Mina sambil memotong bawang merah. “soal kapasitas, kapabilitas ato apalah, itu urusan partai yang mengangutnya ” jelas Lek Roji “yo gak iso Lek, masiyo ngono artis’e yo mesti ngerti carane mimpin rakyat“balas Yu Mina. “opo yo sesuk, nek kang Ipul dadi wawali, rakyat’e cuma diajak njoged ta…?“.

Pak Haji Wahab yang seari tadi mendengar celotehan tetangganya ikutan urun rembugwes ta Lek, Yu, Cak di delok wae sesuk. awak dewe khan gak ngerti opo dadine masa depan, ditunggu wae kelanjutane

Warung makan pun menjadi hening suasananya, Yu Mina melanjutkan memotong bawang, Lek Roji melanjutkan nyruput kopi pahitnya, dan cak Abas-pun meneruskan sedotan rokoknya. Mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing, pikiran dan angan-angan mereka.

Kamis, 24 April 2008

Tuhan kenapa kau ciptakan neraka ....?

kenapa kau ciptakan neraka …..

tuhan, kau khan maha rahman-rahim, kau maha pemberi taubat, apalagi kau maha memberi hidayah (petunjuk). kenapa tidak kau jadikan semua manusia menjadi manusia yang menurut kepada syari’atmu, patuh dan tunduk kepadamu. kenapa kau membalikkan hati sebagian manusia menjadi hati yang brengsek, hati yang penuh kedengkian, hati yang penuh niat kebusukan dan kedurhakaan kepadamu.

kenapa kau buat sebagian manusia menjadi seperti namrudz, fira’un, kan’an, haman. kenapa mereka dahulu kau ciptakan, sehingga kini banyak manusia modern yang mencontoh mereka, meneladani kedurhakaan, meneladani kesombongan kepadamu ya Tuhan. banyak manusia modern yang mentuhankan harta pemimpin dan tuhan-tuhan duniawai mereka.

Tuhan kenapa tidak Kau ciptakan manusia seperti telah Kau ciptakan manusia yang bernama Muhammad SAW yang selalu berlaku lemah lembut kepada sesama, selalu mengingatMu, tunduk dan patuh kepadaMu, kenapa tidak KMau ciptakan manusia seperti Ibrahim as yang sanggup berkorban demi kepatuhan kepadaMu, kenapa tidak Kau ciptakan manusia seperti Ismail as yang penuh dengan kepatuhan kepada tuhannya, kenapa tidak kau ciptakan wanita seperti Khadijah Al-Kubro atau fatimah Az-Zahra yang patuh kepada suaminya, yang menjaga kehormatannya dan tunduk sepenuhnya kepada syaria’atMu.

Tuhan sekali lagi, kenapa Kau ciptakan neraka ….. ampun tuhan.

kenapa tidak Kau ciptakan saja manusia ini sebagai “Ummatan Wahidatan” (umat yang satu), yang kompak dan serentak tunduk kepada syaria’t-Mu. sehingga semua manusia ini menjadi “Ummatan Saaliman” (umat yang selamat). kalau Kau menjadikan semua manusia menjadi umat yang penuh tunduk kepadaMu, maka kau tidak perlu repot-repot lagi memasukkan mereka ke nerakaMu.

Tuhan, kalau engkau sudah mantap menciptakan Neraka, CUKUP IBLIS SAJA YANG MENJADI PENGHUNI UTAMANYA. jangan kau masukkan manusia sebagai pelengkap penghuni neraka, karena demi namaMu yang agung, sungguh manusia tidak akan sanggup menerima siksaan nerakaMu.

Taubat ya Allah, Tuhan yang maha memberi nikmat dan maha pemberi siksa. taubat, taubat, taubat.

Rabu, 23 April 2008

Rusak.... Rusak... !

Jam 5.60 Cak Untung pergi mengantar putrinya sekolah ke sebuah SMP di kota ngGresik. Melewati pertigaan Sukomulyo (tenger), berhenti tepat di tengah pertigaan. 3 menit Kang untung menunggu kosongnya kendaraan dari arah manyar-ngGresik. "Fyuuuh" sungut kang Untung.

Pak Polisi baru datang, untung saja Kang Untung dibantu petugas, kalau tidak pasti anaknya akan marah karena takut terlambat masuk sekolah jam ke-0.

sungguh ironis memang, ruwetnya lalu lintas ngGresik, dengan semakin banyaknya volume kendaraan di ngGresik, pemerintah seakan tinggal diam.

Terbukti, kenapa tidak ada pelebaran jalan yang sesungguhnya pelebaran ini sudah sangat penting dan genting untuk segera dilakukan. Kenapa pemerintah daerah melebarkan jalan di daerah agak pinggiran yang sesungguhnya masih belum genting meskipun penting, sedangkan di kota tidak ada pelebaran jalan. Terakhir ada pelebaran jalan adalah di daerah Meduran dan Telogo Pojok (daerah sebelah barat Ramayana). Selain masalah pelebaran jalan, fungsi rambu-rambu juga tidak dioptimalkan. di pertigaan jalan Sukomulyo (tenger) traffic light sudah berbulan-bulan terpasang namun tidak segera difungsikan, sehingga menjadikan suasana berkendara yang tidak nyaman, itu yang membuat Kang Untung susah "menyeberang" ke arah ngGresik. Belum lagi jalan yang berlobang dan berdebu.

Pembangunan, layaknya akan membawa suatu perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik. Namun, rasanya tidak bagi sebagian orang ngGresik. Dengar saja penuturan Mbah Pi'i, menurut si Mbah yang konon sempat memaanggul pedang membabat kompeni, "ngGresik biyen karo saiki podo wae gak ono perubahan, kaet biyen nek nang ngGresik kudu nutupi erung, awuh (debu, red) iso-iso mlebu nang tenggorokan".

Tersendatnya pembangunan, pemerintah sering beralasan kekurang dana untuk menyediakan fasilitas jalan yang layak. "Alasan'e musykil" Cak Roji berseloroh gak percaya kepada pemerintah. "lha wong pabrik'e sak arat-arat, sak taek ndayak kok gak iso mbangun embong sing uuuapik" balas Cak Udin. "Pajek'e awak dewe sing saben taun dibayar nang BRI iku dipangan sopo" Yu Tun yang dari tadi diam ikut angkat bicara.
Pak Lek Parno yang paling di"tua"kan ikut memberikan penjelasan "duwit'e iku gak dipangan Yu, pemerintah iku sek ngatur, sektor opo sing arep di disekno, daerah endi sing paling penting dibangun disek". "Pemerintah iku yo gak sak karepe dewe nek arep mbangun, pemerintah perlu konsultasi utowo takon nang DPRD"
"Takon opo Pak Lek, wong cuma tuku aspal nang pertamina, terus dicelukno tukange, terus aspale dieret-eret nang embong lhak yo wes beres ta..." celetuk Mbak Yu Tun dengan ketus.
"Lek, pemerintah takon nang DPRD iku gak konsultasino masalah corone mbangun, tapi corone mbagi susuke duwit pembangunan" timpal Cak Udin emosi.
"Yo nek ngono sabar wae Yu, Cak..." jawab Pak Lek sekenanya.

Masyarakat sudah lama bersabar, bersabar menunggu keadaan hidup berubah. bersyabar untuk medapatkan pemerintah yang benar mengerti, paham, dan kasih sayang kepada rakyatnya.