Selasa, 30 Juli 2013

Dukun Jagal dari Lereng Sumbing

Muhyaro

Terungkap sebagai dukun jagal pengganda uang dari lereng Sumbing, Muhyaro mengakhiri hidupnya dengan meloncat ke jurang sedalam 150 meter di Dusun Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah. Nahasnya saat itu Muhyaro masih terborgol bersama AKP Yahya R Lihu, sehingga Koordinator Tim Dirserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah itupun harus mengikuti kematian sang Jagal meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 25 Juli 2013, saat tim penyidik polda Jawa Tengah membawa Muhyaro ke tempat ditemukannya mayat korban penjagalan sang dukun untuk mencari barang bukti. 

Muhyaro, Pria 41 tahun itu memang dikenal sebagai dukun pengganda uang di kampungnya, Dusun Pethung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Pria beristri tiga yang memutuskan hidup menyendiri dengan membangun rumah mewah di lereng Bukit Sumbing.


Rumah Mewah Muhyaro

Pria yang dikenal tertutup ini dilaporkan ke polisi karena diduga membunuh putra seorang guru besar Fakultas Hukum Undip Semarang yang bernama Yulanda. 

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya tim Polda Jawa Tengah menemukan lokasi yang diduga sebagai tempat penguburan korban. Di tempat tersebut, Polisi menemukan 3 mayat yang diduga sebagai korban pembunuhan dukun jagal dari lereng sumbing tersebut.
Evakuasi jenazah korban

Sumber : http://goo.gl/aMtEXe dan http://goo.gl/25WM3W

Jumat, 26 Juli 2013

Chelsea Tundukkan Timnas Indonesia 1 - 8

Chelsea berhasil Menundukkan Tim Indonesia dengan skor 1-8. Kekalahan mutlak Tim BNI Indonesia Allstar tersebut terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno tadi malam, 25 Juli 2013. 


Kemenangan Chelsea tersebut seakan menutup rangkaian tur pramusim 2013 di Asia dengan gemilang, sebelumnya chelsea juga menundukkan Singha All Star Thailand dan tim Malaysia XI.

Kekalahan tim Indonesia ini merupakan kekalahan ke empat pada pertandingan persahabatan dengan Klub atau Timnas dari benua Eropa, sebelumnya Indonesia takluk oleh Timnas Belanda dengan skor 0-3, kemudian berlanjut dengan kekalahan 0-7 dari Arsenal, kekalahan selanjutnya dari Liverpool yang merobek jala gawang Indonesia dengan skor 2-0, terakhir Chelsea tundukkan Timnas Indonesia 1-8, telak.

Gol Chelsea dilesakkan oleh Eden Hazard (menit 21; babak 1) , Ramires (menit 29; babak 1) dan (menit 56 ; babak 2), Demba Ba (menit 31; babak 1), John Terry (menit 43 ; babak 1), Bertran Traore (menit 50 ; babak 2), Romero Lukaku (menit 51 ; babak 2) dan (menit 65 ; babak 2). Sedangkan gol Indonesia dilesakkan oleh Greg Nwokolo pada menit ke 68.








BNI ndonesia All Star: Kurnia Meiga (Ajisaka), Raphael Maitimo (Seftia Hadi), Victor Igbonefo (Purwaka Yudi), Hamka Hamzah, M Roby (Hasyim Kipuw), Ahmad Bustomi (Hendra Bayauw), Rizky Pellu (Rasyid Bakri), Andik Vermasyah (Bayu Gatra), Ferdinand Sinaga (Titus Bonai), Greg Nwokolo (Agung Supriyanto), Syamsir Alam (Egi Melgiansyah).Chelsea: Jamal Blackman (Schwarzer 45); Wallace (Ivanovic 45), Gary Cahill, John Terry (Kalas 45), Bertrand (Cole 45); Chalobah (Essien 45), Van Ginkel (McEachran 60); Ramires (Feruz 60), Eden Hazard (Piazon 60), Moses (Traore 45); Ba (Lukaku 45).

Berlindung dibalik kata-kata Kebijaksanaan

Berlindung dibalik kata-kata Kebijaksanaan. "Be wise dan open minded aja deh, hehehe" dan "Life is so simple, gitu aja kok repot, be wise brur". Percakapan itu terlontar di Group WhatsApp sebagai balasan ketika salah satu anggota group mengingatkan ke anggota group yang lain bahwasanya ada posting yang tidak pantas dilontarkan di Group tersebut, padahal memang kalau bagi kebanyakan orang posting tersebut berbau negatif dan tidak layak dishare ke group.

Selanjutnya mereka bilang "Jangan suka menjudge orang", karena belum tentu orang itu salah karena kebenaran ada di tangan Tuhan. Al-Haqqu Min Robbikum, kebenaran ada di Tuhan Mu. Memang betul ayat itu, tapi Tuhan telah menunjukkan kebenaran-kebenaran tersebut melalui Al-Qur'anul Karim. Sehingga nyatalah mana yang disebut kebenaran dan mana yang kejelekan yang pada akhirnya kita tidak selalu berkelakuan Berlindung di balik kata-kata Kebijaksanaan di setiap kali kita tidak sengaja berbuat jelek.



Bijaksana atau bahasa trendinya Wise (english), adalah suatu tindak tanduk yang selalu didasari dengan penggunaan akal budi yang sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan, sehingga tidak menyalahi tata kesopanan dan keadilan atau kearifan.

Ada sebuah cerita dari daratan tiongkok yang menjelaskan tentang kebijaksanaan.

Disebuah toko kain, Yan Hui yang merupakan murid confusius mendengar keributan, setelah diselidiki ternyata ada perdebatan antara penjual kain dengan pembelinya.

Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?"
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi". Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata:"Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan."

Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?". Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?". Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu."

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tau duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. 

Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia."

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh." Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir,kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi ?"

Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang,maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh". Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali,murid sangatlah kagum, :" Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku.

Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun.Murid benar2 malu." Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.


Mungkin itulah salah satu cerita yang menjelaskan arti kebijaksanaan, tindak tanduknya selalu didasarkan untuk meraih akibat baiknya dan menghindari akibat buruk. Sedapat mungkin kita bertindak-tanduk dengan mengedepankan hasil kebaikan dan menghindari kejelekan atau keburukan. Jangan asal Berlindung dibalik kata-kata kebijaksanaan.

Kamis, 25 Juli 2013

Rosalind Franklin : Penemu Dasar Acuan Struktur DNA





Hari ini, 25 Juli 2013. Google doodle menampilkan Rosalind Franklin dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Rosalind yang ke 93. Siapakah Rosalind ? mari kita bahas sekelumit.

Rosalind lahir  pada tanggal 25 Juli 1920 di Notting Hill, London. Semasa hidupnya Rosalind bekerja sebagai seorang biofisika dan kristalografer sinar X di King College London dibawah pengawasan Maurice Wilkins, di pekerjaannya itulah dia memberikan kontribusi yang sangat penting bagi pemahaman kita tentang unsur molekul RNA, virus, batubara dan grafit.

Rosalind Franklin


Selama melakukan penelitian DNA, tanpa sengaja Rosalind berhasil mengambil gambar kristalografer sinar X  yang kemudian menunjukkan kepada teman-temannya yang bernama Francis Crick dan James Watson, dua nama terakhir tersebut juga sedang melakukan penelitian untuk menemukan struktur DNA.

Photo 51 by Rosalind Franklin


Gambar yang diberikan Rosalind yang kini dikenal dengan “Photo 51” itulah yang kemudian oleh Francis dan James dijadikan sebagai bahan acuan dasar mereka untuk merumuskan “Hipotesis 1953” tentang struktur DNA yang membawa mereka berdua mendapatkan ganjaran penghargaan Nobel dalam bidang Kimia pada tahun 1962.

Sementara Rosalind tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaannya menemukan dasar acuan struktur DNA tersebut. Rosalind meninggal karena kanker rahim pada bulan April 1958 saat berusia 37 tahun.