Rabu, 10 Mei 2017

Ulee Kareng, Kopi Atjeh Nikmat Nan Ekonomis

Ulee Kareng, Kopi Atjeh Nikmat Nan Ekonomis.



Kedai kopi di Medan yang memakai label Ulee Kareng semakin menjamur, mulai segmen menengah atas seperti "Grand Keude Kupi Ulee Kareng & gayo" hingga segmen pinggiran. Hal ini dikarenakan banyaknya komunitas masyarakat Aceh yang tinggal di Kota Medan. Tidak hanya di satu daerah tertentu saja,tapi merata di hampir sudut kota Medan.

Ulee Kareng merupakan nama satu kecamatan di Nanggroe Aceh Darussalam. Satu kebetulan kopi robusta khas aceh ini disebut kopi ulee kareng karena kopi tersebut dipasarkan pertama kali oleh orang kecamatan ulee kareng yang memakai label "kopi solong ulee kareng". Padahal kopi tersebut ditanam di daerah Aceh Barat, Aceh Jaya dan Pidie.





Di Medan, kopi ulee kareng dijual mulai harga Rp. 3.000 hingga Rp. 7.000 per gelasnya, murah sekali. Sebagai contoh kedai kopi "Khop Kupi" yang berada di jalan Tempuling, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Kedai ini membandrol segelas kopi ulee kareng seharga Rp. 3.000 sudah termasuk fasiltas WiFi yang lumayan kencang. Kedai ini mulai buka sejak pagi hingga larut malam, pengunjung yang datang pun selalu ramai, entah karena kopinya atau cuma numpang jaringan WiFi.



Selamat berburu kopi enak, Kopi Asli Indonesia.

Mocca Coffehouse, Kenikmatan Kopi Yang Tersembunyi Di Gang Sunyi

Mocca Coffehouse, Kenikmatan Kopi Yang Tersembunyi Di Gang Sunyi




Jalan Kutilang, nama jalan yang kurang familiar di kota medan. Namun tidak sulit untuk mencarinya karena di jalan masuknya duduk manis kedai durian Pelawi yang terkenal. Juga, di ujung jalan berdiri megah kampus Mandiri University, kampus milik Bank Mandiri.

Di jalan yang agak sepi itu ternyata ada sebuah coffehouse, baru pindah ke jalan itu. Namanya Mocca Cafe. Menurut info dari barista yang agak kemayu, Mocca Cafe sebenarnya sudah berkiprah 6 tahun yang lalu di jalan Sunggal, tepatnya di area SPBU Taman Tomang Elok, di samping kantor PT. Perkebunan Nusantara III.





Dari depan terlihat bersih meskipun agak kecil tempatnya karena cafe ini berada di garasi rumah. Warna putih mendominasi bangunan luar dan dalam cafe, beberapa sofa berderet memanjang menjadi satu dan dilengkapi beberapa kursi dan meja kayu yang seakan sudah menjadi ciri khas coffehouse. Meja barista dari kayu yang lumayan tinggi dilengkapi peralatan seduh yang sengaja di pajang di tepi meja. Beberapa karung bekas wadah kopi di tempel di dinding, menambah kentalnya citarasa kedai kopi. Di luar bangunan juga disediakan beberapa kursi meja untuk pelanggan kopi yang merokok, agak panas karena tanaman sulurnya belum tumbuh menutup kanopi.




Hari itu, kami memesan kopi origin Pengalengan Jawa Barat dan Solok Sumatera Barat. Lumayan, menurut lidah kami (relatif) masih kalah dibanding dengan Kopi Mandhailing yang merupakan kopi juara Sumatera Utara. Oh iya, di coffehouse ini kopi dengan seduhan tubruk dibanderol Rp. 15.000 per gelasnya, standar Kota Medan.



Selamat berburu kopi enak, kopi asli Indonesia.

Selasa, 09 Mei 2017

SadaCoffee, Kedai Kopi Spesial Gayo di Kota Medan

SadaCoffee, Kedai Kopi Spesial Gayo di Kota Medan




Sudah beberapa kali singgah di coffeehouse ini, berada di jalan Sei Bahorok, Kota Medan. Coffeehouse ini belum melakukan grandlaunching kedai barunya. 

Sada Coffee mulai membuka kedai pertama kali di kota Banda Aceh dan sampai sekarang masih berkiprah di dunia "hitam" ini, Kedai yang berada di Medan ini merupakan kedai yang kedua.



Berbekal specialty Gayo, SadaCoffe berusaha menaklukkan bisnis yang sangat menjanjikan ini. Cerita bang Mursada, sang pemilik, SadaCoffe memiliki kebun sendiri di dataran tinggi Gayo, Takengon, Nanggroe Aceh Darussalam. SadaCoffee bermain di pasaran kopi specialty dengan segmentasi kopi premium.




Kemarin berkunjung lagi ke kedai, memesan gayo winey plus gula merah, legit rasanya, sedap, pantas untuk dinikmati sebagai asupan kafein.

Minggu, 07 Mei 2017

Pencarian coffeehouse Edisi Terakhir di Medan


Pencarian coffeehouse Edisi Terakhir di Medan

Sudah beberapa bulan mencari tempat ngopi yang enak, rasa maupun tempatnya di sekitaran tembung, pancing, krakatau (selain killiney), belum juga dapat tempatnya. Hari ini, Minggu 7 Mei, coba cari lagi coffehouse yang menyediakan kopi berbagai origin, dapatlah saran dari maps google, D'Raja coffee.

Berada di boulevard pemukiman mewah, cemara asri. Lihat-lihat sebentar kondisi dari depan, hemmm, tidak sesuai kelihatannya. lihat di seberang D'Radja Coffee ternyata ada juga coffeehouse lainnya. namanya Istana Kofie. Coba masuk dan pesan.


Tanya kopi apa saja yang disajikan pada Barista, apa ada kopi mandhailing ?, "ada bang" jawabnya. 5 menit kemudian tibalah pesanan kopinya. "mandhailing apa nih, Bang?" tanya saya, "mandhailing King, bang.


Kesan pertama, aneh. Biasa kalau di coffeehouse langganan (ristreeto dan omerta) kopi seduhan tubruk grinding profile-nya kasar, lha ini kok halus gilingannya, seperti kalau bikin kopi saring, tak ada biji kopi yang mengambang.

Rasa kopinya memang tidak senikmat coffehouse langganan. Sudahlah, yang penting sore ini ada asupan kafein.