Sabtu, 10 Februari 2018

Konsep BisnisTambal Ban Sepeda Motor ++




Konsep BisnisTambal Ban Sepeda Motor ++

Di jaman sekarang ini, kebutuhan hidup manusia semakin meningkat jumlah maupun ragamnya, sehingga mobilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut juga semakin meningkat. Alat untuk mendukung mobilitas masyarakat yang paling banyak populasinya adalah sepeda motor. Populasi ini meningkat tidak hanya di kota-kota besar, bahkan di pelosok desa juga meningkat. Gejala ini juga diakibatkan adanya kemudahan kredit sepeda motor melalui lembaga pembiayaan yang berusaha menggenjot penjualan mereka.

Menjadi kewajiban bahwa kendaraan roda dua membutuhkan perawatan dan perbaikan, di bagian ban yang menjadi tumpuan terberat sepeda motor sering mengalami kerusakan yang tidak mudah untuk dideteksi. Sering kali saat akan berkendara, pengendara sudah memeriksa kelayakan kendaraannya. Namun, di tengah perjalanan tidak dapat kita tolak saat ban sepeda motor tertusuk duri atau paku yang berserak di jalanan. Kerusakan ban sepeda motor ini tidak tidak dapat diperkirakan sebelumnya tidak seperti halnya kerusakan bagian-bagian yang lain.

Dari kejadian diatas dapat kita tangkap satu kesempatan bisnis yang bisa kembangkan kerangka dan konsepnya. Pada umumnya usaha tambal ban sepeda motor hanyalah sebuah usaha yang sangat sederhana, hanya dibutuhkan sebuah kompresor angin kecil dan satu set alat penambal ban. Kadang kala usaha ini tidak berada di sebuah bangunan, hanya menempel saja pada dinding samping suatu gedung atau bahkan hanya ditempatkan di trotoar atau di pinggir jalan. Kesederhanaan tempat usaha tersebut kadang menjengkelkan pelanggan, karena pelanggan tidak dapat duduk beristirahat setelah mendorong sepeda motornya bermeter-meter jauhnya.

Di konsep bisnis ini, usaha tambal ban sepeda motor ++ menambahkan penyediaan layanan tambahan yang biaya layanan tambahannya terpisah dari biaya tambal ban itu sendiri. Dengan kata lain, pelanggan tambal ban sepeda motor ++ secara tidak sadar kita arahkan untuk menggunakan jasa dan poduk dari layanan tambahan itu.

Usaha tambal ban sepeda motor ++ ini hanya membutuhkan 1 bangunan ruko satu tingkat saja atau bangunan serupa, minimal berukuran 6 x 15 meter. Untuk area pengerjaan tambal ban hanya diperlukan 1/4 dari luasan tempat usaha tersebut. Sedangkan sisanya dipakai untuk area layanan tambahannya. Layanan apa saja yang dapat ditambahkan di usaha tambal ban sepeda motor ini?. Banyak macam layanan yang bisa ditambahkan, disesuaikan dengan kebiasaan dan kegemaran masyarakat sekitar. Di artikel ini kita akan menambahkan layanan yang bersifat umum saja, berikut mari kita ulas beberapa layanan ++nya:

1.       Kedai kopi atau minuman segar lainnya. Pelanggan yang nasibnya kurang beruntung, mungkin telah mendorong sepeda motor dalam keadaan bocor ban sejauh ratusan meter. Di kondisi terik matahari, pelanggan tersebut pasti kelelahan dan kehausan, mungkin kelaparan. Layanan tambahan inilah yang akan mengakomodir kebutuhan pelanggan tersebut selama menunggu perbaikan ban sepeda motornya.

2.       Free karaoke dan WiFi. Sudah menjadi kelaziman bahwa kedai minum menyediakan fasilitas karaoke secara gratis. Fasilitas ini tidak perlu ruangan khusus, cukup di sekitar tempat duduk pelanggan saja disediakan sebuah televisi dan seperangkat audio karaoke dengan kualitas karaoke rumahan. Demikian juga WiFi, tidak perlu yang berkecepatan tinggi. Sediakan saja jaringan internet dengan kecepatan sedang.

3.       Buah potong dingin. Segar dan kenyang, hal itu yang akan dicari setelah pelanggan sampai ke tempat usaha ini setelah mendorong sepeda motornya yang mengalami bocor ban. Layanan tambahan ini sangat sederhana, cukup menyediakan buah yang dipotong dan dimasukkan ke cool case.

Layanan-layanan diatas dapat ditambah atau dikurangi sesuai dengan kondisi dan kebiasaan daerah di mana usaha ini akan didirikan. Semoga dengan penambahan layanan ++ tersebut, bisa menjadi sebuah usaha ekstensifikasi bisnis yang akhirnya dapat menambah pendapatan dan memodernisasi usaha tersebut.

Jumat, 09 Februari 2018

Kopi, Ladang Uang Yang Sangat Menjanjikan



Kopi, Ladang Uang Yang Sangat Menjanjikan


Bentangan alam dataran tinggi menyebar luas dari Sabang sampai Merauke, merata dari Timor hingga Talaud. Menghijau subur menumbuhkan segala flora, tak terkecuali tanaman kopi. Species Coffea canephora Pierre dan Coffea arabbica L ini tersebar di seluruh penjuru jamrud khatulistiwa. Tanaman yang awalnya dianggap sebagai tanaman perdu liar dan berasal dari tanah Abyssinia ini telah dikenal lama oleh masyarakat Nusantara, tercatat di sejarah bahwa kolonial Belanda membawa benih kopi dari Malabar, India menuju Pulau Jawa pada tahun 1696. Sejak saat itulah penelitian kopi semakin berkembang hingga Kopi Jawa menjadi jawara di Eropa pada waktu itu. Hingga kini, kopi Jawa masih menjadi primadona ditemani oleh kopi Gayo dan Mandhaeling serta varietas lain dari Toraja, Flores, Bali dan tanah Papua.

Biji kopi hingga kini masih menjadi komoditas penting perdagangan dunia. Pada tahun 2015, Indonesia menjadi pemasok biji kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolumbia dengan mencatatkan perkiraan produksi 622.000 metrik ton biji kopi dan 1,19 miliar dolar AS untuk nilai ekspor pada tahun yang sama. Sungguh nilai yang sangat tinggi untuk ukuran biji tanaman.

Bisnis perdagangan kopi sangat beragam, mulai perdagangan biji mentah (green bean), biji gongseng (roast bean), kopi bubuk, mesin roaster (gongseng) kopi, alat grinder (giling) kopi, mesin penyaji kopi (coffee machine), hingga kedai kopi (coffee shop). Bisnis ini bisa dibilang bisnis halal yang universal, karena bisa dikatakan hampir seluruh umat manusia di dunia ini dapat mengkonsumsinya, mulai bayi hingga manula. Apalagi dikarenakan adanya faktor “kecanduan” yang dimiliki oleh penikmat kopi mengakibatkan bisnis ini akan senantiasa lestari.

Selanjutnya mari kita kupas bisnis-bisnis yang dapat kita lakukan di dunia hitam kopi ini :

1.       Perdagangan biji kopi. Ekspor kopi Indonesia masih didominasi oleh perdagangan biji mentah (green bean). Pada tahun 2015, Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia dengan nilai USD 281,15 juta yang disusul Jepang nilai USD 104,96 juta, kemudian disusul ekspor ke Italia dengan nilai USD 84 juta. Selain ekspor, pasar domestik juga tidak kalah menarik, hal ini dapat dilihat dari indikasi bahwa semakin banyaknya usaha rosting (gongseng) yang menyediakan jasa gongseng untuk pasokan kedai-kedai kopi.
Berbeda dengan beberapa tahun lampau yang perdagangan biji kopi mentah masih didominasi oleh tengkulak atau broker, kini perdagangan biji kopi mentah banyak dilakukan oleh petani kopi secara langsung akibat kemajuan teknologi informasi.


2.       Bisnis Gongseng kopi. Bisnis ini juga sangat menjanjikan, bila beberapa tahun yang lalu kita hanya mengenal kalau kopi itu hitam gosong akibat gongseng. Maka kini, akibat kemajuan teknologi informasi, metode roasting juga semakin cepat menyebar ke tanah air. Berbagai cara dan variasi tingkat kegosongan gongseng (level roasting) kopi juga semakin banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat pecinta kopi juga semakin cerewet dengan selera kopi mereka, ada yang suka dengan tingkat kegosongan light, medium to dark atau bahkan dark and beyond. Gejala inilah yang menuntut kedai kopi menyediakan variasi tingkat kegosongan kopi untuk pelanggannya, sehingga memunculkan lini bisnis baru kopi, yaitu bisnis roasting.



3.       Bisnis online retail kopi gongseng. Era serba digital dan online market place seperti saat ini, memaksa masyarakat menjadi pedagang dadakan. Semua barang yang mempunyai nilai jual bisa diperdagangkan langsung dari kamar tidur mereka, tak terkecuali dengan biji hitam ini. Masyarakat pecinta kopi tidak perlu lagi ke kedai untuk menikmati kopi dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Brasil sekalipun. Cukup dari gawai di genggaman, berbagai varietas kopi bisa dipesan secara daring. Para “bakuler” juga menyediakan beragam pilihan roasting, pilihan ukuran kemasan dan pilihan tipe grinding (halus atau kasar).



4.       Bisnis mesin pengolah kopi. Bisnis ini bisa jadi merupakan salah satu lini bisnis kopi padat modal bisa juga menjadi yang tidak perlu modal, tergantung cara bisnisnya. Mengapa demikian?, karena di bisnis ini harga satu unit mesin pengolah kopi sangatlah mahal, menyentuh angka jutaan. Di bisnis ini, kita bisa memilih menjadi pedagang mesin pengolah kopi pasca panen atau mesin pengolah kopi untuk konsumsi. Jika memilih bisnis mesin pengolah kopi pasca panen, maka kita akan memperdagangkan mesin pengupas kulit kopi (pulper machine), mesin pencuci kopi (washer machine), mesin pengupas kulit ari biji kopi (huller machine) serta mesin pengering biji kopi (box dryer machine). Sementara untuk bisnis mesin di level selanjutnya, kita bisa memperdagangkan mesin penggongseng kopi (roasting machine) dengan berbagai pilihan kapasitas, mesin penggiling kopi (grinder machine) dan mesin penyeduh kopi (coffe machine).




5.       Kedai kopi (coffee shop). Bisnis ini sudah menjamur, tidak hanya di ibu kota saja, di pelosok desa juga sudah berdiri coffee shop bersanding dengan warkop. Coffe shop juga memiliki banyak pilihan, baik dari segi harga, variasi varietas kopi yang dijual, cara penyajian (manual atau mesin), kelengkapan layanan, dan lain-lain. Coffee shop ini tidak selalu harus berbentuk bangunan permanen berpendingin udara, saat ini juga sudah semakin banyak yang berani memulai usaha coffe shop dengan menggunakan gerobak atau menggunakan mobil layaknya food truck.



Kembali lagi ke naluri bisnis, keuletan dan garis tangan pengusaha, meskipun Tuhan telah menganugerahkan ladang bisnis berupa kesuburan tanaman kopi kepada kita, maka di tangan kitalah 99% nasib kemujuran bisnis itu terletak. Semoga kedepannya bisnis kita semakin berjaya untuk kesejahteraan Indonesia.

Kamis, 08 Februari 2018

Apa Sebenarnya Start Up Itu ?



Apakah Sebenarnya Start Up Itu?

Start Up atau biasa disebut sebagai usaha rintisan adalah perusahaan “orok” yang baru saja dimulai pengembangannya. Usaha rintisan biasanya masih dalam skala keci yang pembiayaan dan pengoperasiannya dilakukan sepenuhnya oleh para pendirinya ataupun bahkan perorangan.
Usaha rintisan biasanya menawarkan produk atau jasa yang belum ada di pasaran, atau menawarkan produk yang sudah diperbaiki mutunya.
Pendanaan Usaha Rintisan
Pada tahap awal, usaha rintisan mengalami kesulitan keuangan. Biaya operasional usaha rintisan lebih besar dari pada pendapatan, hal ini disebabkan pada tahap ini usaha rintisan lebih fokus kepada pengembangan, pengujian dan pemasaran ide gagasan mereka. Dengan demikian usaha ini membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Pembiayaan bisa didapat dari lembaga-lembaga keuangan; diataranya dari kredit perbankan, dari pemerintah melalui kementrian koperasi dan UMKM, atau dari lembaga swadaya masyarakat LSM) dan organisasi non pemerintah (NGO). Pendampingan oleh lembaga dapat menyediakan kebutuhan usaha rintisan dalam hal pembiayaan dan saran. Usaha rintisan yang dapat mengendalikan dan mempertahankan potensinya akan dapat menarik pemodal besar lain sehingga bisa menjadi kontrol yang bagus bagi pendiri usaha rintisan.
Menilai bisnis yang belum menghasilkan
 usaha rintisan belum berpengalaman dan belum menghasilkan laba, investasi di usaha ini sangat beresiko. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dipakai oleh kreditor dan investor untuk menilai sebuah usaha rintisan yang masih belum mendapatkan laba:
1.    Pendekatan biaya duplikasi, penilaian ini melihat dari biaya yang dikeluarkan perusahaan rintisan untuk memproduksi produk atau jasa, seperti penelitian, pengembangan dan pembelian aset tidak bergerak. Namun metode penilaian ini tidak mempertimbangkan potensi masa depan perusahaan.
2.    Pendekatan pasar, penilaian ini melihat dan membandingkan perusahaan sejenis yang baru saja diakuisisi. Namun, perlu diingat bahwasannya tidak ada perusahaan yang sebanding, meskipun antara dua perusahaan tersebut nilai penjualnnya sebanding.
3.    Pendekatan arus kas diskonto, penilaian ini melihat ekspektasi perusahaan dalam sisi arus kas masa mendatang. Pendekatan ini sangat subyektif.
4.    Pendekatan tahap pengembangan, penilaian ini memberikan nilai potensi yang lebih tinggi kepada perusahaan yang dikembangkan lebih jauh. Misalnya, perusahaan yang memiliki jalur keuntungan yang jelas akan memiliki nilai lebih tinggi daripada perusahaan yang hanya memiliki gagasan menarik saja.

Karena startup memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, calon investor harus mempertimbangkan bukan hanya ide, tapi pengalaman tim manajemen. Investor yang potensial seharusnya tidak hanya menginvestasikan uang kepada usaha rintisan. Tapi juga investor harus mengembangkan strategi untuk membawa usaha rintisan agar bisa keluar dari masalah-masalah yang membelitnya, karena sampai mereka menjual, keuntungan masih hanya tertulis di atas kertas.


selengkapnya pelajari di sini>>>

Rabu, 07 Februari 2018

Konsep Bisnis ; Work Station For Rent




Uraian Konsep Bisnis “Work Station For Rent”


Jaman yang semakin modern menuntut efektifitas dan efisiensi di semua sektor kehidupan, tidak luput di sektor usaha. Modernitas juga menjadikan suatu pekerjaan tidak memerlukan banyak orang dalam menanganinya. Efektifitas, efisiensi dan kesederhanaan inilah yang membuahkan suatu kesempatan untuk mewadahinya.
Usaha rintisan masih belum perlu memiliki gedung perkantoran yang besar dan lengkap, masih belum perlu memiliki pegawai yang banyak. Cukup satu ruangan sederhana yang dilengkapi meja dan beberapa kursi saja karena pemilik usaha yang masih bisa merangkap sebagai pegawai.
Fenomena diatas membuahkan suatu kesempatan bisnis yang menjanjikan hasil maksimal, kesempatan bisnis untuk menyediakan tempat bagi usaha rintisan untuk berkantor yang bisa disebut sebagai “Work Station”.
Work Station di dalam konsep ini menyediakan beberapa keperluan dasar para usahawan dalam usaha mengembangkan usaha rintisannya, seperti ruangan berpendingin, jaringan listrik, jaringan internet dan WiFi, coffee shop, meeting room, musholla dan area parkir.
Konsep usaha ini memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri, yaitu usaha ini menyediakan jaringan internet dan WiFi dengan kualitas yang bagus, sehingga konsep usaha ini memiliki syarat mutlak yang harus disediakan yaitu harus bermitra dengan penyedia jaringan internet yang bagus sesuai keadaan daerah masing-masing. Kenapa harus menyediakan jaringan internet yang bagus ?, karena di jaman sekarang ini sudah menjadi keharusan sektor usaha untuk bersinergi dengan dunia digital yang memerlukan dukungan internet yang bagus.
Usaha ini dirancang untuk memfasilitasi usaha rintisan dengan beberapa kelas yang berbeda, yaitu non member, regular member (smoking dan no smoking area) dan kelas VIP member. Beberapa kelas tersebut berbeda pada kelengkapan sarana ruangan dan kecepatan internet yang diberikan.
Kelas non member mempunyai konsep untuk menyediakan tempat bagi kalangan yang mempunyai usaha sampingan, istilahnya pegawai kantoran yang ‘curi-curi waktu” untuk mencoba memulai usaha rintisan, atau para mahasiswa yang memberanikan diri memulai usaha rintisan. Di kelas ini, hanya menyediakan satu ruangan berpendingin bebas merokok yang dilengkapi meja panjang beserta kursi tunggal untuk masing-masing pelanggan. Sedangkan layanan internetnya berupa layanan WiFi dengan kecepatan sedang. Pelanggan di kelas non member ini dikenai biaya per jam layanan.
Kelas regular member mempunyai konsep untuk menyediakan tempat bagi kalangan yang memiliki usaha rintisan yang sudah berjalan, namun masih enggan untuk memiliki kantor sendiri. Di kelas ini, disediakan ruangan berpendingin dengan ukuran 3 X 3 meter yang bersekat kaca buram tidak berpintu, ruangan ini dilengkapi dengan 1 meja dan 3 kursi. Kelas ini dibagi menjadi 2 sub-kelas, yaitu sub-kelas smoking area dan no smoking area. Untuk layanan jaringan internetnya disediakan internet dengan kabel UTP dan jaringan WiFi. Jaringan internet dan WiFi untuk kelas ini berbeda satu tingkat dengan kelas non member yang dilengkapi dengan password yang berbeda juga.
Kelas tertinggi adalah kelas VIP member, kelas ini berkonsep ruangan yang privat. Pelanggan dari kelas ini mendapatkan satu ruangan berpendingan berukuran 4 X 4 meter yang bersekat keliling, sehingga tidak terganggu dengan pelanggan lain, ruangan ini dilengkapi 1 meja dan 3 kursi. Untuk layanan jaringan internetnya disediakan internet dengan kabel UTP dan jaringan WiFi. Jaringan internet dan WiFi di kelas ini merupakan jaringan internet dengan kecepatan yang tertinggi dibanding dua kelas dibawahnya.
Dalam konsep usaha ini juga dilengkapi satu ruangan yang dapat digunakan sebagai ruang rapat besar yang dapat menampung 15 peserta rapat. Layanan ini hanya dapat digunakan oleh kelas regular member dan VIP member yang pemakaiannya memerlukan ijin kepada pengelola untuk penertiban jadwal penggunaan ruangan.
Selain fasilitas ruangan dan koneksi internet, konsep usaha ini juga menyediakan dukungan layanan lain yang dapat dipergunakan untuk semua member dari ketiga kelas tersebut, namun biaya layanan ini tidak termasuk dalam tarif langganan semua member. Layanan tersebut adalah coffe shop. Layanan ini bukan khusus diperuntukkan bagi member “work station” ini, melainkan dibuka untuk khalayak umum Pecinta Kopi Asli Indonesia. Selain itu juga disediakan area parkir, toilet dan musholla.
Demikian uraian konsep dan desain usaha “Work Station For Rent” ini, semoga konsep ini dapat diaplikasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing tempat, agar kesempatan bisnis yang bagus ini dapat mewadahi keperluan para pegiat usaha rintisan.


Keterangan desain konsep :


: Kelas Non Member

: Kelas Regular Member (smoking area)

: Kelas Regular Member (no smoking area)

: Kelas VIP Member