Tampilkan postingan dengan label bisnis rintisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis rintisan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Mix Vegetable Salad With Peanut Sauce, Gado-gado Yang Keminggris






Siapa yang tak mengenal Gado-gado? Makanan tradisonal yang melegenda ini mempunyai begitu banyak penggemar setia. Berbagai kalangan menyukai makanan berbahan utama lontong dan campuran sayur yang disiram bumbu kacang. Rasa yang khas muncul dari aroma kacang goreng yang dihaluskan sebagai bumbu siramannya. Makanan tradisional ini selain dijual di warung makanan, juga telah merambah ke menu utama di restoran dan hotel bintang 5.

Selain  menyandang nama gado-gado, makanan ini juga ada yang memberi nama dengan versi bahasa Inggris agar mendongkrak kasta dan penjualan makanan ini, Mix VegetableSalad  With Peanut Sauce. Biasanya nama menu ini digunakan di cafe-cafe yang terletak di pusat-pusat perbelanjaan. Apakah dengan penggantian nama tersebut dapat membuat peningkatan penjualan menu tersebut?. Jawabannya adalah Ya, jika penggantian nama tersebut juga diiringi dengan penyegaran tampilan dan pemberian varian rasa yang berbeda dari rasa originalnya.

Keminggris, istilah bahasa Jawa ini mempunyai makna kelakuan orang yang sok atau cenderung menyukai dan menggunakan budaya inggris, minimal yang “sok-sokan” menggunakan bahasa Inggris, padahal vocabulary dan grammar-nya masih level “poor”. Bagi orang yang kemingris, mereka merasa derajat dan kastanya akan meningkat karena sifat keminggris tersebut.

Bahasa Inggris telah dibawa  dan disebarkan sejak berabad yang lampau oleh kolonial Inggris  sehingga menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menjadi bahasa pengantar dalam dunia bisnis maupun politik pada masa sekarang. Tak ayal lagi, bahasa-bahasa perdagangan juga terkena pengaruh oleh bahasa Inggris. Apalagi kita sedang menyambut era MEA, perdagangan bebas negara-negara Asean ini akan membawa mimpi buruk bagi pengusaha yang belum menguasai bahasa Inggris.

MEA memaksa negara kita untuk membuka gerbang perdagangan selebar-lebarnya bagi pengusaha-pengusaha dari negara Asean lainnya. Para pebisnis asing mencoba untuk ekspansi bisnisnya ke negara kita, tentunya mereka pasti akan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka.

Semua bidang perdagangan akan terkena imbas MEA, tak terkecuali bidang makanan. Para pebisnis makanan sejak tahun 2014 telah mencoba meramu cara untuk  melindungi dan mempertahankan bisnis makanan tradisional dari efek-efek adanya MEA, mereka memulai riset dengan cara mencoba mempertahankan cita rasa makanan Indonesia dengan cara harmonisasi rasa masakan di sebuah warung kecil di pasar Santa. Mereka mencoba menampilkan masakan Indonesia yang diimplementasikan dengan appetizer, soup, main course ikan,daging dan ayam yang diplatting sesuai standart Internasional. Cara tersebut harus dilakukan untuk menyediakan menu makanan bagi pebisnis yang datang ke Indonesia agar mereka tidak hanya menyantap hidangan internasional saja.

Apabila cara-cara tersebut berhasil, maka jutaan pebisnis yang meramaikan pasar bebas Asean di Indonesia akan bisa dan suka mengkonsumsi makanan lokal Indonesia. Mungkin saja ada menu Rica-rica manado yang diplatting dengan tachos, rujak cingur yang bahan cingurnya disubstitusi dengan daging tuna atau bahkan mungkin papeda bumbu italia. Who knows...?. Maka masakan tradisional kita akan tetap terjaga kelestarian dan kita akan mempuyai berbagai variasi cara penyajian masakan tradisional kita, tidak melulu gado-gado disiram dengan saus kacang, tapi variasi saus akan semakin membuat gado-gado siap untuk bertahan di era perdagangan Asean.

Jayalah selalu kuliner Indonesia, hidup ngunyah...!




Penulis : Aliyul Wafa (Aktifis Lembaga Perngunyahan Indonesia dan pecinta Kopi Asli Indonesia)

Selasa, 13 Februari 2018

Keabadian Honda C70 dan Rujak Cingur








Berjejer puluhan sepeda motor di kawasan Lapangan Merdeka Kota Medan, berbagai komunitas motor rider membentangkan spanduk bertuliskan nama komunitas motor mereka. Tidak ketinggalan komunitas sepeda motor berkapasitas mesin 70 cc keluaran pabrikan asal jepang, Honda C70. Meskipun sepeda motor ini sudah masuk kategori sepeda motor tua, namun peminatnya masih saja banyak, anehnya lagi para peminatnya adalah kalangan muda yang lahir jauh setelah tahun rilis sepeda motor ini.

Para peminat masih saja banyak yang memburu sepeda motr ini untuk dihidupkan kembali, mereka mencari sepeda motor yang masih original. Semakin banyak part yang masih dalam kondisi sama dengan bawaan pabrik, maka semakin tinggi nilai jualnya. Honda C70 sendiri masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 1961 dengan seri C100 dan C102 yang kemudian disusul oleh seri C50, C90 dan C70 pada tahun berikutnya.

Desain yang unik, desain yang bisa dikatakan tak lekang oleh waktu, dengan warna dasar merah dan hijau dipadu dengan sayap putihnya membuat pemadangan kontras yang sedap dipandang mata. Oleh karena itulah penggemar sepeda motor ini masih tetap saja banyak.

Tidak hanya di kota Medan, di Surabaya juga bertebaran penggemar sepeda motr ini. Sering kita melihat komunitas sepeda motor di kota ini melakukan touring ke daerah gunung Bromo maupun tempat wisata lain di Jawa Timur. Mereka juga rutin mengadakan kopi darat di berbagai sudut kota Surabaya. Sementara itu, di sudut lain kota Surabaya bertebaran peminat dan pemburu makanan tradisional dan khas Kota Pahlawan. Rujak Cingur, makanan gurih pedas ini masih tetap diminati ditengah gempuran makanan siap saji.

Makanan khas berbahan lontong dilengkapi sayur kangkung yang diberi irisan tempe, tahu dan potongan hidung sapi yang kemudian di siram dengan bumbu petis ini punya penggemar fanatik tersendiri. Rasa yang khas bersumber dari petis ikan dan sensasi kenyal potongan hidung sapi ini membuat penggemarnya tidak bisa menahan selera makannya. Apalagi harga yang dipatok juga tidak mahal, paling mahal mungkin hanya Rp. 20.000 lengkap dengan minuman teh manis dingin.

Makanan yang dipercayai merupakan hasil ciptaan masyarakat Suku Madura yang berdomisili di Surabaya ini sekarang tidak hanya dijual di Surabaya atau di kota sekitarnya saja, makanan ini sudah merambah di seantero Indonesia Raya. Tidak hanya dijual di depot makanan atau warung saja, melainkan sudah menjadi salah satu menu restoran bintang lima.

Honda Super CubC70 dan rujak cingur ini merupakan dua contoh produk yang dapat dikatakan sebagai produk sepanjang masa, tak lekang dimakan jaman, tak terbunuh oleh waktu. Meskipun bertaburan motor-motor besar dan canggih, namun tetap saja C70 masih bertahan keberadaannya di masyarakat meskipun pabrikannya enggan memproduksinya lagi. Rujak cingur juga demikian, meskipun Mc Donald dan KFC berusaha merangsek menguasai dunia kuliner Indonesia, bendera rujak cingur tetap akan berkibar.

Keistimewaan Honda C70 tetap terawat hingga kini dan mungkin masih tetap akan terawat hingga berpuluh tahun kemudian. Bersyukurlah dunia pernah melahirkan desainer yang telah berhasil melahirkan desain produk dari sepeda motor ini, sehingga kita masih bisa menikmati keistimewaan desain sepeda motor tersebut. Itulah perlunya intuitif visioner dari seorang desainer, mereka mampu mendesain sesuatu nilai yang bisa tahan lama, bukan hanya nilai yang cocok pada satu masa saja.

Selain faktor kelihaian desainer, keabadian suatu produk juga disebabkan oleh banyak hal, satu diantara banyak hal adalah nilai historis dari produk tersebut, contoh produk yang keabadiannya disebabkan oleh nilai sejarah adalah Vespa Congo. Scooter keluaran Italia yang diproduksi pada tahun 1958 hingga 1963 ini banyak diminati oleh scooteris Indonesia, dikarenakan tampilah gagah dan nilai kebanggaannya. Kenapa dikatakan terdapat nilai kebanggaan?, karena pada era presiden Soekarno, para prajurit angkatan bersenjata Republik Indonesia yang telah selesai bertugas dalam misi perdamaian di daerah konflik negara Congo, dihadiahi oleh pemerintah berupa scooter ini. Oleh karena itu maka scooter ini lebih dikenal sebagai Vespa Congo.

Jadi, sebagai inovator dan pebisnins harus bisa menggunakan dan memanfaatkan momen-momen yang terjadi di masyarakat untuk mengatrol nilai eksternal dari suatu produk. Momen yang sedang terjadi di masyarakat perlu ditelaah untuk dijadikan penanda bagi munculnya produk baru, sehingga konsumen mudah mengingat produk tersebut meskipun hanya jika disebutkan momennya.

Semoga pebisnis-pebisnis Indonesia dapat terus mengembangkan intuisi dan khayalan untuk dapat mengembangkan nilai produk, bukan hanya melalui kualitas produk saja, melainkan juga melalui kekuatan eksternal yang menyertainya. Semoga maju terus Indonesia Raya.

Penulis : Aliyul Wafa (penikmat Rujak Cingur)

Senin, 12 Februari 2018

Cover Lagu Sambil Makan Banana Nugget





Menyanyikan lagu yang sedang bertengger di top chart merupakan hal biasa, beda rasa kalau menyanyikannya dengan sedikit improvisasi yang kini terkenal dengan sebutan song cover. Aktifitas “meng-cover” lagu ini sedang marak dilakukan oleh penyanyi amatir maupun penyanyi yang sedang menurun karirnya. Misal seorang berkebangsaan norwegia bernama Leo Moraccioli, penyanyi ini serius menggeluti dunia song cover. Berbagai lagu diaransmen ulang oleh Leo menjadi genre musik kegemarannya sendiri, yaitu genre rock.

Dari keseriusannya mengarasmen lagu yang kemudian diunggahnya ke channel youtube miliknya, Leo mampu meraup keuntungan yang besar. Monetasi yang ditautkan ke video-video musik yang diunggahnya itu dibayar mahal oleh pengelola youtube sebagai media iklan di jagat internet. Apakah sudah ada di Indonesia? Banyak, bisa kita sebut namanya ; Anji, sutisna alias Sule, Rizky Febian, dan masih banyak lagi.

Menikmati musik hasil aransmen ulang pada sore hari di teras rumah, paling enak sambil minum teh ditemani dengan cemilan yang sedang hits, Banana Nugget. Sudah pernah coba?. Banana nugget ini adalah cemilan olahan dari pisang, yang dibentuk seperti nugget yang kemudian digoreng dan diberikan berbagai macam topping di atasnya. Harganya melonjak drastis daripada harga sekedar pisang goreng biasa, Rp. 35.000 untuk 12 potong, bandingkan dengan pisang goreng biasa yang hanya Rp. 1000 per potong.

Poin penting yang dapat diambil dari song cover dan banana nugget adalah, inovasi dan produk yang serba baru adalah hal yang wajib dimiliki oleh pebisnis baik pemula maupun pebisnis yang sedang mengalami stagnasi penjualan. Masyarakat akan bereforia menikmati sesuatu yang baru muncul, yang belum pernah ada di rak-rak super market. Bagi masyarakat, menggunakan sesuatu yang baru dapat mengkatrol style, menaikkan gengsi sosial mereka. Masih ingat trend pada awal tahun 2000-an yang terjadi di kalangan mahasiswa? Mereka sedang dilanda trend memakai sebuah kalung yang terbuat dari seutas tali yang diujungnya diuntai dengan flashdisk berkapasitas 128MB?. Seperti itulah yang terjadi di pasar, gengsi dan trend makin menguasai alasan untuk apa suatu barang dibeli.

Stagnasi bisnis harus segera dicarikan solusinya, kalau tidak segera ditemukan cara mengatasinya maka pengusaha harus siap-siap mencari pembeli perusahaannya. Untuk itu diperlukan ide-ide segar, ide revolusioner, ide yang tidak hanya mengganti kemasan saja. Ide segar ini harus menyeluruh, produk harus didesain ulang. Tidak jarang pengusaha secara revolusioner melakukan penyegaran produk sekaligus menyegarkan unit pabriknya. Sangat mahal memang biaya untuk mewujudkan ide revolusioner ini, namun hasilnya pasti akan sepadan.

Mari kita ikuti langkah revolusioner Elon Musk dalam mewujudkan ide mobil listrik yang diberi nama Tesla, atau kita turut ide-ide gila Sir Richard Branson, pemilik virgin Atlantic Airways yang dengan beraninya membangun roket khusus tamasya atau pelesir ke ruang angkasa. Pada akhirnya, untuk mendapatkan ide-ide revolusioner untuk penyegaran produk kita, marilah kita pikirkan sambil mendengarkan lagu bengawan solo yang telah dicover oleh seorang murid SMK jurusan karawitan ditemani seporsi banana nugget, tentunya.

Minggu, 11 Februari 2018

Nugget Tahu dan Pisang Keju, Masyarakat kuliner Inginkan Start Up.




Nugget Tahu dan Pisang Keju, Masyarakat kuliner Inginkan Start Up.

Salah satu ciri usaha rintisan adalah menjual barang atau menyediakan layanan jasa yang telah diperbaiki level mutunya, yang semula biasa menjadi luar biasa. Contohnya adalah ojek, dahulu ojek pengkolan harus menunggu penumpang di ujung gang-gang atau di gerbang perumahan, maka Nadiem Makariem dan kawan-kawan mencoba untuk memperbaiki level pelayanan ojek tersebut dengan memulai usaha rintisan yang sekarang telah menjadi raksasa bernama Go-Jek, sehingga para tukang ojek yang menjadi “mitra” Go-Jek tidak perlu lagi menunggu orderan penumpang di gang atau gerbang perumahan, cukup santai menunggu di rumah atau warkop, orderan pun bisa datang melalui genggaman gawai android mereka.

Gejala “Start Up-isasi” yang syarat usaha rintisannya harus berbau teknologi digital, mau tidak mau kini menular ke bisnis makanan. Makanan yang biasa-biasa saja, makanan udik, makanan tradisional, makanan yang biasa dijual keliling kampung, kini bersolek dan mengalami perubahan dan perbaikan mutu beberapa tingkat. Sebut saja tahu goreng dan pisang goreng. Biasanya tahu dan pisang goreng ini dijual Rp. 600 – 1000 per potongnya. Setelah mengalami perbaikan para “inovator” kuliner, maka harganya melambung hingga Rp. 5.000 per potongnya bahkan ada yang melebihi harga tersebut.



Nugget tahu, yang bahan dasarnya hanyalah tahu yang dihancurkan dan dicampur kuning telur, bumbu-bumbu, bawang kemudian dikukus dan dibentuk seperti potongan nugget yang dilumuri tepung panir dan kemudian masuk ke penggorengan, harganya bisa menjadi Rp. 10.000 per kemasan isi 3 potong dilengkapi dengan saus sachet. Penjualannya juga tidak lagi keliling kampung atau di pinggir jalan, tetapi sudah melalui metode delivery order dan fasilitas Go-Food atau Grab-Food.




Begitu juga dengan Piss’nJoe, varian gorengan pisang ini sudah satu tahun yang lalu berkutat di bisnis gorengan Pisang Keju. Potongan pisang yang dibalur dengan adonan tepung yang resepnya masih dirahasiakan, kemudian digoreng dan diberi topping berbagai macam coklat, keju, meses, susu dan glaze. Per porsi kemasan isi 8-10 potong dihargai mulai Rp. 8.000 sampai Rp.15.000 tergantuung varian topping.

Masih banyak lagi varian kuliner tradisional yang telah mengalami perbaikan mutu, baik dari segi rasa maupun tampilan. Inovasi-inovasi ini muncul mengikuti trend merebaknya usaha rintisan dunia digital. Akhirnya muncul satu pertanyaan, apakah gejala ini bisa dinamakan sebagai Start Up Kuliner?. Apapun namanya, yang terpenting adalah gejala ini bisa menjadi bukti bahwa yang mampu beradaptasi dan mengikuti trend jaman pasti akan dapat bertahan, bahkan mampu menjadi pemenang.

Penulis : Aliyul Wafa (tukang makan)

Sabtu, 10 Februari 2018

Konsep BisnisTambal Ban Sepeda Motor ++




Konsep BisnisTambal Ban Sepeda Motor ++

Di jaman sekarang ini, kebutuhan hidup manusia semakin meningkat jumlah maupun ragamnya, sehingga mobilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut juga semakin meningkat. Alat untuk mendukung mobilitas masyarakat yang paling banyak populasinya adalah sepeda motor. Populasi ini meningkat tidak hanya di kota-kota besar, bahkan di pelosok desa juga meningkat. Gejala ini juga diakibatkan adanya kemudahan kredit sepeda motor melalui lembaga pembiayaan yang berusaha menggenjot penjualan mereka.

Menjadi kewajiban bahwa kendaraan roda dua membutuhkan perawatan dan perbaikan, di bagian ban yang menjadi tumpuan terberat sepeda motor sering mengalami kerusakan yang tidak mudah untuk dideteksi. Sering kali saat akan berkendara, pengendara sudah memeriksa kelayakan kendaraannya. Namun, di tengah perjalanan tidak dapat kita tolak saat ban sepeda motor tertusuk duri atau paku yang berserak di jalanan. Kerusakan ban sepeda motor ini tidak tidak dapat diperkirakan sebelumnya tidak seperti halnya kerusakan bagian-bagian yang lain.

Dari kejadian diatas dapat kita tangkap satu kesempatan bisnis yang bisa kembangkan kerangka dan konsepnya. Pada umumnya usaha tambal ban sepeda motor hanyalah sebuah usaha yang sangat sederhana, hanya dibutuhkan sebuah kompresor angin kecil dan satu set alat penambal ban. Kadang kala usaha ini tidak berada di sebuah bangunan, hanya menempel saja pada dinding samping suatu gedung atau bahkan hanya ditempatkan di trotoar atau di pinggir jalan. Kesederhanaan tempat usaha tersebut kadang menjengkelkan pelanggan, karena pelanggan tidak dapat duduk beristirahat setelah mendorong sepeda motornya bermeter-meter jauhnya.

Di konsep bisnis ini, usaha tambal ban sepeda motor ++ menambahkan penyediaan layanan tambahan yang biaya layanan tambahannya terpisah dari biaya tambal ban itu sendiri. Dengan kata lain, pelanggan tambal ban sepeda motor ++ secara tidak sadar kita arahkan untuk menggunakan jasa dan poduk dari layanan tambahan itu.

Usaha tambal ban sepeda motor ++ ini hanya membutuhkan 1 bangunan ruko satu tingkat saja atau bangunan serupa, minimal berukuran 6 x 15 meter. Untuk area pengerjaan tambal ban hanya diperlukan 1/4 dari luasan tempat usaha tersebut. Sedangkan sisanya dipakai untuk area layanan tambahannya. Layanan apa saja yang dapat ditambahkan di usaha tambal ban sepeda motor ini?. Banyak macam layanan yang bisa ditambahkan, disesuaikan dengan kebiasaan dan kegemaran masyarakat sekitar. Di artikel ini kita akan menambahkan layanan yang bersifat umum saja, berikut mari kita ulas beberapa layanan ++nya:

1.       Kedai kopi atau minuman segar lainnya. Pelanggan yang nasibnya kurang beruntung, mungkin telah mendorong sepeda motor dalam keadaan bocor ban sejauh ratusan meter. Di kondisi terik matahari, pelanggan tersebut pasti kelelahan dan kehausan, mungkin kelaparan. Layanan tambahan inilah yang akan mengakomodir kebutuhan pelanggan tersebut selama menunggu perbaikan ban sepeda motornya.

2.       Free karaoke dan WiFi. Sudah menjadi kelaziman bahwa kedai minum menyediakan fasilitas karaoke secara gratis. Fasilitas ini tidak perlu ruangan khusus, cukup di sekitar tempat duduk pelanggan saja disediakan sebuah televisi dan seperangkat audio karaoke dengan kualitas karaoke rumahan. Demikian juga WiFi, tidak perlu yang berkecepatan tinggi. Sediakan saja jaringan internet dengan kecepatan sedang.

3.       Buah potong dingin. Segar dan kenyang, hal itu yang akan dicari setelah pelanggan sampai ke tempat usaha ini setelah mendorong sepeda motornya yang mengalami bocor ban. Layanan tambahan ini sangat sederhana, cukup menyediakan buah yang dipotong dan dimasukkan ke cool case.

Layanan-layanan diatas dapat ditambah atau dikurangi sesuai dengan kondisi dan kebiasaan daerah di mana usaha ini akan didirikan. Semoga dengan penambahan layanan ++ tersebut, bisa menjadi sebuah usaha ekstensifikasi bisnis yang akhirnya dapat menambah pendapatan dan memodernisasi usaha tersebut.

Jumat, 09 Februari 2018

Kopi, Ladang Uang Yang Sangat Menjanjikan



Kopi, Ladang Uang Yang Sangat Menjanjikan


Bentangan alam dataran tinggi menyebar luas dari Sabang sampai Merauke, merata dari Timor hingga Talaud. Menghijau subur menumbuhkan segala flora, tak terkecuali tanaman kopi. Species Coffea canephora Pierre dan Coffea arabbica L ini tersebar di seluruh penjuru jamrud khatulistiwa. Tanaman yang awalnya dianggap sebagai tanaman perdu liar dan berasal dari tanah Abyssinia ini telah dikenal lama oleh masyarakat Nusantara, tercatat di sejarah bahwa kolonial Belanda membawa benih kopi dari Malabar, India menuju Pulau Jawa pada tahun 1696. Sejak saat itulah penelitian kopi semakin berkembang hingga Kopi Jawa menjadi jawara di Eropa pada waktu itu. Hingga kini, kopi Jawa masih menjadi primadona ditemani oleh kopi Gayo dan Mandhaeling serta varietas lain dari Toraja, Flores, Bali dan tanah Papua.

Biji kopi hingga kini masih menjadi komoditas penting perdagangan dunia. Pada tahun 2015, Indonesia menjadi pemasok biji kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolumbia dengan mencatatkan perkiraan produksi 622.000 metrik ton biji kopi dan 1,19 miliar dolar AS untuk nilai ekspor pada tahun yang sama. Sungguh nilai yang sangat tinggi untuk ukuran biji tanaman.

Bisnis perdagangan kopi sangat beragam, mulai perdagangan biji mentah (green bean), biji gongseng (roast bean), kopi bubuk, mesin roaster (gongseng) kopi, alat grinder (giling) kopi, mesin penyaji kopi (coffee machine), hingga kedai kopi (coffee shop). Bisnis ini bisa dibilang bisnis halal yang universal, karena bisa dikatakan hampir seluruh umat manusia di dunia ini dapat mengkonsumsinya, mulai bayi hingga manula. Apalagi dikarenakan adanya faktor “kecanduan” yang dimiliki oleh penikmat kopi mengakibatkan bisnis ini akan senantiasa lestari.

Selanjutnya mari kita kupas bisnis-bisnis yang dapat kita lakukan di dunia hitam kopi ini :

1.       Perdagangan biji kopi. Ekspor kopi Indonesia masih didominasi oleh perdagangan biji mentah (green bean). Pada tahun 2015, Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia dengan nilai USD 281,15 juta yang disusul Jepang nilai USD 104,96 juta, kemudian disusul ekspor ke Italia dengan nilai USD 84 juta. Selain ekspor, pasar domestik juga tidak kalah menarik, hal ini dapat dilihat dari indikasi bahwa semakin banyaknya usaha rosting (gongseng) yang menyediakan jasa gongseng untuk pasokan kedai-kedai kopi.
Berbeda dengan beberapa tahun lampau yang perdagangan biji kopi mentah masih didominasi oleh tengkulak atau broker, kini perdagangan biji kopi mentah banyak dilakukan oleh petani kopi secara langsung akibat kemajuan teknologi informasi.


2.       Bisnis Gongseng kopi. Bisnis ini juga sangat menjanjikan, bila beberapa tahun yang lalu kita hanya mengenal kalau kopi itu hitam gosong akibat gongseng. Maka kini, akibat kemajuan teknologi informasi, metode roasting juga semakin cepat menyebar ke tanah air. Berbagai cara dan variasi tingkat kegosongan gongseng (level roasting) kopi juga semakin banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat pecinta kopi juga semakin cerewet dengan selera kopi mereka, ada yang suka dengan tingkat kegosongan light, medium to dark atau bahkan dark and beyond. Gejala inilah yang menuntut kedai kopi menyediakan variasi tingkat kegosongan kopi untuk pelanggannya, sehingga memunculkan lini bisnis baru kopi, yaitu bisnis roasting.



3.       Bisnis online retail kopi gongseng. Era serba digital dan online market place seperti saat ini, memaksa masyarakat menjadi pedagang dadakan. Semua barang yang mempunyai nilai jual bisa diperdagangkan langsung dari kamar tidur mereka, tak terkecuali dengan biji hitam ini. Masyarakat pecinta kopi tidak perlu lagi ke kedai untuk menikmati kopi dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Brasil sekalipun. Cukup dari gawai di genggaman, berbagai varietas kopi bisa dipesan secara daring. Para “bakuler” juga menyediakan beragam pilihan roasting, pilihan ukuran kemasan dan pilihan tipe grinding (halus atau kasar).



4.       Bisnis mesin pengolah kopi. Bisnis ini bisa jadi merupakan salah satu lini bisnis kopi padat modal bisa juga menjadi yang tidak perlu modal, tergantung cara bisnisnya. Mengapa demikian?, karena di bisnis ini harga satu unit mesin pengolah kopi sangatlah mahal, menyentuh angka jutaan. Di bisnis ini, kita bisa memilih menjadi pedagang mesin pengolah kopi pasca panen atau mesin pengolah kopi untuk konsumsi. Jika memilih bisnis mesin pengolah kopi pasca panen, maka kita akan memperdagangkan mesin pengupas kulit kopi (pulper machine), mesin pencuci kopi (washer machine), mesin pengupas kulit ari biji kopi (huller machine) serta mesin pengering biji kopi (box dryer machine). Sementara untuk bisnis mesin di level selanjutnya, kita bisa memperdagangkan mesin penggongseng kopi (roasting machine) dengan berbagai pilihan kapasitas, mesin penggiling kopi (grinder machine) dan mesin penyeduh kopi (coffe machine).




5.       Kedai kopi (coffee shop). Bisnis ini sudah menjamur, tidak hanya di ibu kota saja, di pelosok desa juga sudah berdiri coffee shop bersanding dengan warkop. Coffe shop juga memiliki banyak pilihan, baik dari segi harga, variasi varietas kopi yang dijual, cara penyajian (manual atau mesin), kelengkapan layanan, dan lain-lain. Coffee shop ini tidak selalu harus berbentuk bangunan permanen berpendingin udara, saat ini juga sudah semakin banyak yang berani memulai usaha coffe shop dengan menggunakan gerobak atau menggunakan mobil layaknya food truck.



Kembali lagi ke naluri bisnis, keuletan dan garis tangan pengusaha, meskipun Tuhan telah menganugerahkan ladang bisnis berupa kesuburan tanaman kopi kepada kita, maka di tangan kitalah 99% nasib kemujuran bisnis itu terletak. Semoga kedepannya bisnis kita semakin berjaya untuk kesejahteraan Indonesia.

Kamis, 08 Februari 2018

Apa Sebenarnya Start Up Itu ?



Apakah Sebenarnya Start Up Itu?

Start Up atau biasa disebut sebagai usaha rintisan adalah perusahaan “orok” yang baru saja dimulai pengembangannya. Usaha rintisan biasanya masih dalam skala keci yang pembiayaan dan pengoperasiannya dilakukan sepenuhnya oleh para pendirinya ataupun bahkan perorangan.
Usaha rintisan biasanya menawarkan produk atau jasa yang belum ada di pasaran, atau menawarkan produk yang sudah diperbaiki mutunya.
Pendanaan Usaha Rintisan
Pada tahap awal, usaha rintisan mengalami kesulitan keuangan. Biaya operasional usaha rintisan lebih besar dari pada pendapatan, hal ini disebabkan pada tahap ini usaha rintisan lebih fokus kepada pengembangan, pengujian dan pemasaran ide gagasan mereka. Dengan demikian usaha ini membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Pembiayaan bisa didapat dari lembaga-lembaga keuangan; diataranya dari kredit perbankan, dari pemerintah melalui kementrian koperasi dan UMKM, atau dari lembaga swadaya masyarakat LSM) dan organisasi non pemerintah (NGO). Pendampingan oleh lembaga dapat menyediakan kebutuhan usaha rintisan dalam hal pembiayaan dan saran. Usaha rintisan yang dapat mengendalikan dan mempertahankan potensinya akan dapat menarik pemodal besar lain sehingga bisa menjadi kontrol yang bagus bagi pendiri usaha rintisan.
Menilai bisnis yang belum menghasilkan
 usaha rintisan belum berpengalaman dan belum menghasilkan laba, investasi di usaha ini sangat beresiko. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dipakai oleh kreditor dan investor untuk menilai sebuah usaha rintisan yang masih belum mendapatkan laba:
1.    Pendekatan biaya duplikasi, penilaian ini melihat dari biaya yang dikeluarkan perusahaan rintisan untuk memproduksi produk atau jasa, seperti penelitian, pengembangan dan pembelian aset tidak bergerak. Namun metode penilaian ini tidak mempertimbangkan potensi masa depan perusahaan.
2.    Pendekatan pasar, penilaian ini melihat dan membandingkan perusahaan sejenis yang baru saja diakuisisi. Namun, perlu diingat bahwasannya tidak ada perusahaan yang sebanding, meskipun antara dua perusahaan tersebut nilai penjualnnya sebanding.
3.    Pendekatan arus kas diskonto, penilaian ini melihat ekspektasi perusahaan dalam sisi arus kas masa mendatang. Pendekatan ini sangat subyektif.
4.    Pendekatan tahap pengembangan, penilaian ini memberikan nilai potensi yang lebih tinggi kepada perusahaan yang dikembangkan lebih jauh. Misalnya, perusahaan yang memiliki jalur keuntungan yang jelas akan memiliki nilai lebih tinggi daripada perusahaan yang hanya memiliki gagasan menarik saja.

Karena startup memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, calon investor harus mempertimbangkan bukan hanya ide, tapi pengalaman tim manajemen. Investor yang potensial seharusnya tidak hanya menginvestasikan uang kepada usaha rintisan. Tapi juga investor harus mengembangkan strategi untuk membawa usaha rintisan agar bisa keluar dari masalah-masalah yang membelitnya, karena sampai mereka menjual, keuntungan masih hanya tertulis di atas kertas.


selengkapnya pelajari di sini>>>

Rabu, 07 Februari 2018

Konsep Bisnis ; Work Station For Rent




Uraian Konsep Bisnis “Work Station For Rent”


Jaman yang semakin modern menuntut efektifitas dan efisiensi di semua sektor kehidupan, tidak luput di sektor usaha. Modernitas juga menjadikan suatu pekerjaan tidak memerlukan banyak orang dalam menanganinya. Efektifitas, efisiensi dan kesederhanaan inilah yang membuahkan suatu kesempatan untuk mewadahinya.
Usaha rintisan masih belum perlu memiliki gedung perkantoran yang besar dan lengkap, masih belum perlu memiliki pegawai yang banyak. Cukup satu ruangan sederhana yang dilengkapi meja dan beberapa kursi saja karena pemilik usaha yang masih bisa merangkap sebagai pegawai.
Fenomena diatas membuahkan suatu kesempatan bisnis yang menjanjikan hasil maksimal, kesempatan bisnis untuk menyediakan tempat bagi usaha rintisan untuk berkantor yang bisa disebut sebagai “Work Station”.
Work Station di dalam konsep ini menyediakan beberapa keperluan dasar para usahawan dalam usaha mengembangkan usaha rintisannya, seperti ruangan berpendingin, jaringan listrik, jaringan internet dan WiFi, coffee shop, meeting room, musholla dan area parkir.
Konsep usaha ini memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri, yaitu usaha ini menyediakan jaringan internet dan WiFi dengan kualitas yang bagus, sehingga konsep usaha ini memiliki syarat mutlak yang harus disediakan yaitu harus bermitra dengan penyedia jaringan internet yang bagus sesuai keadaan daerah masing-masing. Kenapa harus menyediakan jaringan internet yang bagus ?, karena di jaman sekarang ini sudah menjadi keharusan sektor usaha untuk bersinergi dengan dunia digital yang memerlukan dukungan internet yang bagus.
Usaha ini dirancang untuk memfasilitasi usaha rintisan dengan beberapa kelas yang berbeda, yaitu non member, regular member (smoking dan no smoking area) dan kelas VIP member. Beberapa kelas tersebut berbeda pada kelengkapan sarana ruangan dan kecepatan internet yang diberikan.
Kelas non member mempunyai konsep untuk menyediakan tempat bagi kalangan yang mempunyai usaha sampingan, istilahnya pegawai kantoran yang ‘curi-curi waktu” untuk mencoba memulai usaha rintisan, atau para mahasiswa yang memberanikan diri memulai usaha rintisan. Di kelas ini, hanya menyediakan satu ruangan berpendingin bebas merokok yang dilengkapi meja panjang beserta kursi tunggal untuk masing-masing pelanggan. Sedangkan layanan internetnya berupa layanan WiFi dengan kecepatan sedang. Pelanggan di kelas non member ini dikenai biaya per jam layanan.
Kelas regular member mempunyai konsep untuk menyediakan tempat bagi kalangan yang memiliki usaha rintisan yang sudah berjalan, namun masih enggan untuk memiliki kantor sendiri. Di kelas ini, disediakan ruangan berpendingin dengan ukuran 3 X 3 meter yang bersekat kaca buram tidak berpintu, ruangan ini dilengkapi dengan 1 meja dan 3 kursi. Kelas ini dibagi menjadi 2 sub-kelas, yaitu sub-kelas smoking area dan no smoking area. Untuk layanan jaringan internetnya disediakan internet dengan kabel UTP dan jaringan WiFi. Jaringan internet dan WiFi untuk kelas ini berbeda satu tingkat dengan kelas non member yang dilengkapi dengan password yang berbeda juga.
Kelas tertinggi adalah kelas VIP member, kelas ini berkonsep ruangan yang privat. Pelanggan dari kelas ini mendapatkan satu ruangan berpendingan berukuran 4 X 4 meter yang bersekat keliling, sehingga tidak terganggu dengan pelanggan lain, ruangan ini dilengkapi 1 meja dan 3 kursi. Untuk layanan jaringan internetnya disediakan internet dengan kabel UTP dan jaringan WiFi. Jaringan internet dan WiFi di kelas ini merupakan jaringan internet dengan kecepatan yang tertinggi dibanding dua kelas dibawahnya.
Dalam konsep usaha ini juga dilengkapi satu ruangan yang dapat digunakan sebagai ruang rapat besar yang dapat menampung 15 peserta rapat. Layanan ini hanya dapat digunakan oleh kelas regular member dan VIP member yang pemakaiannya memerlukan ijin kepada pengelola untuk penertiban jadwal penggunaan ruangan.
Selain fasilitas ruangan dan koneksi internet, konsep usaha ini juga menyediakan dukungan layanan lain yang dapat dipergunakan untuk semua member dari ketiga kelas tersebut, namun biaya layanan ini tidak termasuk dalam tarif langganan semua member. Layanan tersebut adalah coffe shop. Layanan ini bukan khusus diperuntukkan bagi member “work station” ini, melainkan dibuka untuk khalayak umum Pecinta Kopi Asli Indonesia. Selain itu juga disediakan area parkir, toilet dan musholla.
Demikian uraian konsep dan desain usaha “Work Station For Rent” ini, semoga konsep ini dapat diaplikasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing tempat, agar kesempatan bisnis yang bagus ini dapat mewadahi keperluan para pegiat usaha rintisan.


Keterangan desain konsep :


: Kelas Non Member

: Kelas Regular Member (smoking area)

: Kelas Regular Member (no smoking area)

: Kelas VIP Member